Kamis, 23 Januari 2025

Bulan yang menanti matahari

 malam itu bulan terlihat sangat terang, melampaui terangnya matahari. tapi dia sendirian. tidak. aku lupa, dia ditemani bintang-bintang. meski saling berjauhan, tapi mereka saling bertemu. beda halnya kepada matahari, yang hadir di waktu dan tempat yg beda. mereka tak saling bertemu. tapi bulan tak pernah khawatir, dia selalu mendapatkan cahayanya. tanpa mereka bersama, mereka saling menyatu. memberi kebahagiaan pada siapa yang menghargainya bahkan pada yg menghiraukannya, ya, pada siapapun. karena tak peduli seberapa beratnya, mereka bersatu dr beda tempat dan waktu. bulan tak minta temu matahari, mereka sudah satu dan saling menanti berganti menyinari. 

Sabtu, 23 Maret 2024

Yang biasa

Pernah ga si ngobrol sama seseorang dengan pembahasan yang biasa-biasa aja tapi ngerasa lebih berkesan? Tentang rencana masa depan, perkembangan zaman, inovasi teknologi, masalah hidup, BUKAN, bukan tentang itu. 

Hanya tentang rasa segelas kopi dari warung langganan yang tiba tiba tak biasa, pedagang kaki lima di trotoar yang pindah tempat berjualan, tukang potong rambut yang salah milih gaya, dan hal-hal biasa yang sama sekali gaada pengaruhnya buat masa depan atau perubahan dunia. 

Nyatanya justru obrolan obrolan yang gaada bibit bobotnya begitu lebih memberi kesenangan dan kenyamanan tersendiri. Meskipun disisi lain aku sendiri suka membahas hal2 berat yang sedang terjadi di dunia ini, atau mungkin konspirasi2, politik nasional atau internasional, atau bisa jadi ngomongin orang juga (read: ghibah) hihi. 


Kamis, 09 November 2023

"Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan cahaya"

Menarik

Pernah ga kalian merasa punya teman yang datang pas lagi ada butuhnya aja? atau jangan jangan kita jadi temen yg kayak gitu buat orang lain?

Trus perasaan kalian gimana pas ada teman kalian yg seperti itu? atau Gimana respon teman kalian pas kita datang atau baik cuma pas ada butuhnya aja? Kesal, kecewa, marah, sedih?

Coba baca lagi kalimat pertama dari caption ini dan mari kita renungkan. 

Masalah itu seperti kegelapan, membuat kita sulit melihat mana yg benar mana yang salah, membuat kita sering kali salah arah, membuat kita berhenti berjalan, bingung, sampai menyerah. 

Logikanya

Saat kita berada dalam kegelapan, kita akan mencari cahaya untuk menuntun kita keluar, agar jalan kita terang dan kita bisa meneruskan perjalanan.

Mereka yang datang saat ada butuhnya, karena melihat ada cahaya pada dirimu. kamu cahaya bagi kegelapan yang mereka alami.

Tegaklah

Berdirilah

Ulurkan tanganmu

Bantu mereka melewati kegelapan. Karena mereka berusaha tidak mengutuk gelapnya kehidupan mereka dengan menghidupkan cahaya. Dan mereka melihat kamu sebagai cahaya yg terlintas.

Kamu, Dia, Mereka, Kita adalah cahaya bagi kegelapan orang lain.

Tapi, jangan jadi cahaya lilin yg menerangi sekitar tapi menyakiti diri sendiri. 

Jadilah cahaya lampu, senter, atau matahari menyinari yg lain, berguna bagi yg lain dan tetap menjaga dirinya sendiri.


Siapa yang benar dan siapa yang salah?

Kalo kata cak nun, zaman ini adalah zamannya orang benar vs orang benar. Orang yg mempertahankan kebenarannya melawan orang yg juga mempertahankan kebenarannya. Aku bisa benar, kamu bisa benar, kita bisa benar, mereka bisa benar, juga sebaliknya. aku bisa salah, kamu bisa salah, kita bisa salah, mereka bisa salah. Semua punya Kebenarannya sendiri dengan landasannya masing2. Maka apa yg kau lihat salah pada diriku mungkin krn kau menganggap benar dirimu, pun ketika aku melihat salah pada dirimu mungkin krn aku menganggap benar diriku, dan masing-masing dari kita pasti memiliki alasan dan landasan pemikiran yang kuat. Lalu bagaimana kita mendapatkan mana yang benar-benar benar dan mana yang benar-benar salah? hey ayolah, apakah harus kita memperdebatkan mana yang benar dan yang salah?

Lagi-lagi kalo kata Cak nun, Kebenaran itu hanyalah bekal kita, sebuah materi yg pastinya setiap orang memilikinya. cukup simpan dan jadikan kebenaran itu bekal utk menciptakan kebaikan bagi semua. Jadi output yang kita perjuangkan ini ya bukan kebenaran tapi kebaikan. Kebaikan, ya, Kebaikanlah yang akan menuntun kita pada keindahan dan kemuliaan hidup. Karena Bukankah Allah menyuruh kita untuk Fastabiqul Khairaat bukan Fastabiqul Haq? bukankah lebih damai dan harmonis jika kita mengupayakan apa yang terbaik utk kita semua bukan malah memperdebatkan kebenaran? entahlah, jangan hiraukan kata kataku, mungkin saja aku salah. 

Self reminder utk diriku yg sering merasa benar dan ngotot dgn kebenaran diri sehingga sering juga menganggap salah bahkan rendah orang lain. Kepada siapapun yg pernah aku anggap salah dan rendah, aku minta maaf. 

The beginning of my current hobby

 


Based on research that i have read, most of people in Indonesia prefer to watch movies as their favourite activity to spend their leisure time. Let alone in pandemic era, streaming platform were widely available. We could easily access many kind of movies from them. The platforms were netflix, disney hotstar, wetv, and many more. They were offering a lot of movies, k-drama, series, and documenter movies. Those were attracted many people, especially for me. 

Actually, i started to watch movie since elementary school and my first movie that i watch is Harry Potter. But that movie still had not made me keen on watching movies as my hobby. I just watch a movie rarely. 

Related to what i have said before, i started to watch movies as my hobby since pandemic era. Because most of that time we couldn't go outside right? The isolation made me willy nilly do something so that didn't feel bored at all. The most commont and entertaining activity at that time was watching movies. I assume that watching movies is able to reduce stress, gives plenty of knowledge and i can learn and improve English from it. 

I lay my heart in pare


One day on july 2023, i was scrolling instagram and tiktok. Accidentally, my friend was sharing an information about titik nol on her instagram story and i was watching it. I checked the account immediately. I was amazed and captivated because titik nol instagram account provides information about scholarships and people's experiences about study abroad, and shares many other interesting posts. 

On the other hand, i checked its pinned post that informed about one of their programs, called teaching master. I was interested to join the program because it delivered many benefits for me. Such as, learning english for free, free homestay, micro and macro teaching experiences. So i tried to apply the program, and fortunately i got accepted. Since learning in kampung inggris pare was one of my dream which had never been realized before, but fortunately with this program, i get my old dream comes true even for free. God always gives the best.

Furthermore, i started the program from the last week of july 2023 and still counting. The first time i came to pare, the situation was quite the same with sidoarjo. There was no culture shock that i felt. But the weather was a bit colder than my home town. Besides, i didn't put any expectation before. So i didn't feel disappointed at all. One thing that makes me interested is many teenagers using bike everywhere. For me, there is nothing to dislike here. Last but not least, i am glad to have many good friends, supportive environment, and meet many great tutors that help me to imrpove my english either motivate me towards reaching my dream. 


That's all

Orang Asing

#cerpen 



orang asing


    "prang..." suara piring yang kujatuhkan di suatu pagi di rumah. sudah beberapa hari sejak kepulanganku gara-gara lockdown di bandung. Nampaknya masih belum banyak orang yang terinfeksi covid 19 di sidoarjo maupun surabaya. Warga masih bebas berlalu lalang tanpa menggunakan masker, toko-toko maupun tempat perbelanjaan masih ramai dengan manusia. Aku yang sudah parno sejak di bandung, seperti orang aneh yang kemana-mana sudah menggunakan masker dan membawa hand sanitizer saat keluar rumah. "mikir apa sih kok sampe jatuh piringnya? ndelereng sih" sepertinya aku punya masalah dengan keseimbangan diriku. Seperti ada yang salah pada tubuhku. aku sering menjatuhkan sesuatu bahkan menjatuhkan diriku sendiri tanpa sengaja.

"kamu anak siapa ya? kok kayaknya ga pernah liat?" kata bude-bude penjual sayur. Ah selalu saja seperti ini tiap aku pulang dari perantauan. haha, ya beginilah nasib si perantau selalu menjadi orang asing di kampung sendiri.