Kalo kata cak nun, zaman ini adalah zamannya orang benar vs orang benar. Orang yg mempertahankan kebenarannya melawan orang yg juga mempertahankan kebenarannya. Aku bisa benar, kamu bisa benar, kita bisa benar, mereka bisa benar, juga sebaliknya. aku bisa salah, kamu bisa salah, kita bisa salah, mereka bisa salah. Semua punya Kebenarannya sendiri dengan landasannya masing2. Maka apa yg kau lihat salah pada diriku mungkin krn kau menganggap benar dirimu, pun ketika aku melihat salah pada dirimu mungkin krn aku menganggap benar diriku, dan masing-masing dari kita pasti memiliki alasan dan landasan pemikiran yang kuat. Lalu bagaimana kita mendapatkan mana yang benar-benar benar dan mana yang benar-benar salah? hey ayolah, apakah harus kita memperdebatkan mana yang benar dan yang salah?
Lagi-lagi kalo kata Cak nun, Kebenaran itu hanyalah bekal kita, sebuah materi yg pastinya setiap orang memilikinya. cukup simpan dan jadikan kebenaran itu bekal utk menciptakan kebaikan bagi semua. Jadi output yang kita perjuangkan ini ya bukan kebenaran tapi kebaikan. Kebaikan, ya, Kebaikanlah yang akan menuntun kita pada keindahan dan kemuliaan hidup. Karena Bukankah Allah menyuruh kita untuk Fastabiqul Khairaat bukan Fastabiqul Haq? bukankah lebih damai dan harmonis jika kita mengupayakan apa yang terbaik utk kita semua bukan malah memperdebatkan kebenaran? entahlah, jangan hiraukan kata kataku, mungkin saja aku salah.
Self reminder utk diriku yg sering merasa benar dan ngotot dgn kebenaran diri sehingga sering juga menganggap salah bahkan rendah orang lain. Kepada siapapun yg pernah aku anggap salah dan rendah, aku minta maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar